Astagfirulloh !! Jumlah Penumpang KMP Yunicee Yang Hilang Bertambah, manifes Amburadul

0
226
KMP Yunicee
Rajabacklink.comRajaBackLink.com

Manifes Kapal Motor Penumpang Yunicee yang karam di Selat Bali diduga keliru.

Dalam catatan manifes awal, ada 57 orang terdiri 41 penumpang, 16 ABK, dan petugas kantin. Kemarin (1/7) dari hasil rapat verifikasi dan validasi data didapat jumlah penumpang kapal 76 orang yang dihadiri operator kapal, ASDP, Polair, Polres Jembrana, TNI AL, dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

Ada 19 ( sembilan belas )orang tidak tercatat ikut dalam kapal. Laporan Basarnas hingga kemarin sudah ada 51 penumpang selamat, tujuh penumpang meninggal, dan 18 ( delapan belas )orang belum hilang. “Kita masih siapkan rincianya. Ada perubahan data penumpang,” kata Koordinator Basarnas Banyuwangi, Wahyu Setia Budi.

Pencarian korban hilang dari tenggelamnya KMP Yunicee terus dilakukan hingga kemarin tim gabungan terus menyisir perairan Selat Bali mencari 11 penumpang kapal yang hilang. Pencarian melibatkan TNI AL, Satpolair, Basarnas dan KSOP.

Terkait simpang siur data manifes kapal hingga kemarin masih terus dicari oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilker Ketapang, Rocky Surentu mengatakan, sementara data yang diakui masih mengacu pada data awal. Yaitu 41 penumpang kendaraan,13 ABK, dan tiga petugas kantin kapal.

Perkiraan penumpang lain yang tidak masuk dalam manifes, Rocky mengaku masih melakukan kroscek dengan ASDP dan Jasa Raharja. BPTD juga mengecek keberadaan petugas ASDP bernama Abdul Koyun yang menjadi korban dalam musibah KMP Yunicee. Nama Abdul Koyun tidak masuk dalam daftar manifes. Kendati begitu, pihak asuransi tetap menjamin semua korban, bahkan yang tidak masuk dalam manifes untuk mendapatkan santunan.

“Termasuk petugas loket tidak masuk dalam daftar manifes. Mereka masuk membawa Surat Angkutan Bebas (SAB). Termasuk saya kalau menyeberang juga memakai SAB,” ungkapnya.

Khusus untuk asuransi kendaraan, semuanya harus terdata dalam manifes, cara memastikan, nanti akan dibuktikan dengan lampiran BPKB dari pemilik kendaraan. “Kalau orang, semua ter-cover, meskipun tidak ada di data, namun bila keluarganya melapor dan bisa dibuktikan,” tegasnya.

Musibah KMP Yunicee sempat disebut-sebut sudah dirasakan oleh beberapa penumpang. Sebagian dari penumpang melihat air sudah masuk sebelum kapal berlayar dari Pelabuhan Ketapang. BPTD Wilker Ketapang selaku pihak yang mengeluarkan surat persetujuan berlayar (SPB) menyangkal fenomena tersebut.

Rocky mengaku sempat mewawancarai beberapa penumpang lain. Dan dari temuanya mereka menyebut tidak melihat ada overload di KMP Yunicee. “Ada beberapa persepsi berbeda antarpenumpang. Tapi logikanya, kalau air sudah masuk dari awal tidak mungkin penumpang berani masuk kapal. Kalau masuk air setelah berjalan mungkin dan masih dilakukan investigasi,” jelas Rocky.

Sementara itu, operasi pencarian korban KMP Yunicee masih terus berlangsung hingga kemarin (1/6). Petugas SAR menyatakan belum ada tambahan temuan korban, namun KRI Rigel sempat menemukan beberapa peralatan peyelamatan seperti life craft, life jacket, dan beberapa material lainya seperti makanan darurat.

Danlanal Denpasar Kolonel Laut (P) I Komang Teguh Ardana berbisaca pada wartawan pencarian terus dilakukan oleh tiga KRI yang dikerahkan oleh TNI AL. KRI Rigel 933 terus melakukan pemantauan tepat di atas bangkai KMP Yunicee. Ada juga KRI Soputan 923 yang menyisir bagian utara Selat Bali dan KRI Singa 651 menyisir hingga 9 nautical miles (Nm) ke perairan selatan Selat Bali.

Komang memperkirakan, material dan korban KMP Yunicee terseret hingga ke perairan selatan.

Terkait temuan life craft, Komang mengatakan ada kemungkinan penumpang atau ABK sempat akan menggunakan perahu penyelamat tersebut. Sebelum akhirnya terseret arus. “Melihat hasi investigasi ada upaya yang dilakukan ABK kapal, mungkin saja akan digunakan. Kita bekerjasama Satpolair, KSOP, dan Basarnas untuk menemukan mereka” kata Komang

Komandan KRI Rigel 933 Letkol Laut (P) Jaenal Mutakim menambahkan, saat melakukan pencarian di selat Bali kondisi arus benar-benar kuat. Bahkan dalam kondisi stop mesin, arus bisa menyeret kapal dengan kecepatan 6-8 knot ke arah selayan. KRI Rigel sendiri menggunakan alat echosounder multibeam 2040 untuk melihat kondisi KMP Yunice yang ada di kedalaman 78 meter dengan posisi 1,6 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk. “KMP Yunicee berada dalam kondisi terduduk bukan dalam kondisi terbalik. Arusnya kencang sekali,” pungkasnya.

Kapal Motor Penumpang (KMP) Yunicee yang berlayar dari Pelabuhan Ketapang tenggelam saat hendak sandar di Dermaga Pelabuhan Gilimanuk, Selasa malam (29/6). KMP Yunicee berlayar dari Ketapang sekitar pukul 17.30 Wib. Saat hendka sandar di Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 19.00 Wita, mesin mendadak mati, kapal diduga terseret ombak besar sehingga bagian bawahnya menghantam karang. KPM Yunicee lalu hanyut kearah selatan Pelabuhan Gilimanuk, oleh nahkoda Indra Saputra.

Sekitar pukul 19.05 Wita, kapal yang membawa 13 ABK, 41 penumpang dan 25 kendaraan itu terlihat miring. Tak lama kemudian, kapal tersebut terbalik dan tenggelam di selatan Pelabuhan Gilimanuk. (fre/aif)

berita diambil dari Radar Banyuwwangi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here